meLUPAkan

‘Sayang! Besok aku jemput.’
Satu kalimat darimu, kujadikan pegangan hari ini.
Ku duduk manis menunggu di sudut teras.

Semenit. Tak kurasakan ada perbedaannya.

Satu jam. Ah, mungkin kau macet di jalan.

Dua jam. Jakarta macet sekali hari ini. Sepertinya hujan memperlambat arus perjalanan setiap orang.

Tiga jam. Berpikir positif. Ku coba menghubungimu melalui telepon, tak diangkat. Seluruh media aku gunakan untuk menghubungimu, Bbm, twitter, fb, dan lainnya. Gagal.

Empat jam. Aku mulai khawatir. Ku telepon ke rumah mu, kata mereka kau sudah pergi empat jam yang lalu. Aku terus mencarimu. Ku hubungi teman-temanmu, tak juga kutemukan jawaban.

Lima jam. Aku ketakutan, takut hal-hal buruk terjadi padamu. Bayangan kau kecelakaan membuatku gundah, belum bayangan-bayangan buruk lainnya. Dimana dirimu sekarang?

Enam jam. Aku sudah seperti orang gila, tak mendapati dirimu dimanapun. Dandananku sudah tak berbentuk. Perasaan campur aduk membuatku terlihat kacau balau. Duniaku galau.

Telepon berbunyi.
‘Sayang, Maaf. Tadi mendadak ketemu teman lama, ngobrol-ngobrol aku jadi lupa jemput kamu.’

Advertisements

2 thoughts on “meLUPAkan

  1. Ampuuuuuuuuuuun DJ,, menunggu dan terus menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku hehehehe…. Kereeeen bgt tuh note ka sai.. #hug

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s