Cinta. Keluarga. Masa Depan

Kemarin, tiga orang mempercayakan masalahnya padaku. Tiga orang yang kukenal dari tiga dunia yang berbeda. Tiga orang yang aku peduli dengan cara yang berbeda. Tiga masalah yang sangat mengganggu pikiran ketiganya, dan mungkin juga.. Aku.

Cinta..

Cinta terlalu rumit untuk dimengerti, apa lagi jika harus didefinisikan. Tapi terkadang dia hadir dengan sangat sederhana, terjadi begitu saja, tanpa alasan yang masuk akal. Tanpa mengetuk dia masuk, tanpa permisi dia pergi meninggalkan. Tapi seperti itulah cinta. Beraneka.

Ada yang bilang harus diucapkan, ada yang bilang yang penting perhatian. Tapi apapun itu, apa yang ada di hati adalah segalanya. Hati tidak akan pernah berbohong tentang cinta. Dan mata menjadi cermin dari pancarannya.

Bagi aku, cinta itu aneh. Seaneh diriku saat cinta itu datang. Seringnya sih terbawa suasana hati. Tak jarang tak bisa menguasai diri. Itulah yang membuat aku takut jatuh cinta. Takut melakukan hal-hal yang bisa merusak banyak hal.

Tapi ketika dia datang, tak ada satupun yang bisa menolak kehadirannya. Termasuk.. Aku. *sigh*

Keluarga..

Tak ada yang pantas lebih dicintai di dunia ini selain keluarga. Karena dari keluargalah kita mengenal cinta. Memang tak mudah saat mimpi yang kita ingin raih tak sejalan dengan pola pikir keluarga apa lagi dengan hidup yang keluarga kita jalani. Sangat tidak mudah.

Akan takut melangkah, gamang dan bimbang. Takut untuk salah memilih. Takut mengecewakan. Semua ketakutan akan muncul jika keluarga ada dalam pilihannya. Itu wajar, wajar sekali. Tapi terkadang ketakutan itu menjadi hambatan utama dalam melangkah.

Prioritas, semua harus mulai disusun berdasarkan prioritas, nasehat boss baru di kantor. Dan aku pikir dalam kehidupan pun sama. Sehingga ketika pilihan itu datang, tidak butuh keraguan dan waktu lebih banyak untuk memutuskan.

Aku masih harus banyak belajar mengenai prioritas. Belajar bagaimana me-maintenance nya. Terakhir, prioritas utama ku kalah dengan keinginan hati, yang menurut sahabat ku tidak perlu. *sigh*

Masa Depan..

Misteri, satu kata pasti yang bisa menggambarkan tentang masa depan. Tak ada yang pernah tahu apa yang kelak terjadi. Yang kita mampu hanyalah merencanakan. Tapi apa yang terjadi jika kita kehilangan keyakinan untuk menuju masa depan?

Ada kalanya kita berada pada satu titik sungguh melelahkan dalam hidup kita. Kehilangan kepercayaan, dan memandang kelam masa depan. Rasanya ingin menghilang saja dari dunia, tak meninggalkan jejak. Lenyap.

Tapi. Bukankah masa depan itu selalu hitam, kelam tak berwarna? Kitalah yang merencanakannya. Kitalah yang harus melukisnya. Masa depan tidak akan berubah jika kita hanya duduk diam, jika kita hanya menunggu dia datang.

Lagi, quote yang aku suka dari boss baru. ‘Apa yang kita memiliki sekarang, adalah buah dari usaha, kerja keras dan doa kita di masa lalu. Dan seperti apa kita nanti, adalah buah dari apa yang kita usahakan, kita kerjakan, kita doakan saat ini.’

Dan apa yang kukerjakan saat ini, masih jauh dari warna yang ingin kulukiskan di masa depan ku. *sigh*

Note:
Yihaaa.. Three sigh in arrow *tutupmuka*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s