Traveler Note : Make sure your name consists of two word.

Sound weird? Yah, ku pun merasa begitu. Tapi ini catatan penting untuk mereka yang berencana bepergian atau membuat passport dalam waktu dekat.

Pertama kali menginjakkan kaki di Singapura saat aku masih kecil. Sebuah perjalanan liburan keluarga. Aku, kakak ku, kedua orang tuaku, Nenek Tang dan Nenek Suddu. Saat itu aku masih kecil, sekitar umur 4 tahun. Hal yang paling aku ingat dari perjalanan saat itu adalah, moment yang membuat aku tak makan cumi dan keluarganya. Hal sederhana, yang sangat membekas dalam ingatan masa kecilku, dan mempengaruhi ‘menu’ makananku. Kok bisa? Nanti aku share dilain kesempatan.

Kunjungan kedua berlangsung 4 tahun lalu. Saat aku menjalani training satu bulan di KRU, aku menemani Jihan pulang ke Singapura. Mendadak dan tak terencana, tapi membawa aku bertemu si patung singa.

Dan akhirnya kunjungan ketiga kalinya datang juga. 24 Oktober 2011, aku bisa kembali ke kota singa. Dan pertama kalinya menginjakkan kaki di Changi.

Seneng? Banget!! Tapi, baru saja keluar dari pesawat, aku sudah menemukan ‘pengalaman’ baru di Imigrasi Singapura.

“Please follow me.” Kata si petugas, lalu mengarahkan aku pada satu ruang tunggu. Di tempat itu ada tiga orang wanita, yang kalau aku boleh menebak adalah TKW. Erggghh, apa si petugas kira aku ini TKW gelap yah?

Satu persatu wanita itu keluar dari ruang tunggu. Dan aku sendiri, berusaha mengkoneksikan Blackberry ku dengan Wifi Changi.

Tak lama kemudian, seorang petugas (P) datang, dan mulai bertanya, tepatnya menintrogasi aku (M).

P : Nama Siapa?
M: Saidah
P : Can you speak english?
M: A bit..
P : What are you doing here?
M: Holiday.
P : Where would you stay?
M: Actually, I’m gonna go KL today, stay there about 3 days, and back to Spore on thursday.
P : First time to Spore?
M: No, this is not my first visit. But first enter at Changi.
P : (membuka-buka halaman passport yang kosong)
M: This is my second passport. The old one harus ganti, kerna dah habis masa. (Ngubek-ubek tas, nyari passport lama.) This my first passport. (Ngasih benda yang dimaksud ke petugas)
P : Where do you live? (Sambil buka-buka halaman passport lama)
M: Depok.
P : Where do you work?
M: Citeureup, Bogor.
P : I mean, the office.
M: Oh.. I work at Ristra.
P : What kind office Ristra is?
M: It’s a manufacturing company, a cosmetic company.
P : Could you give me the address? And do you have anything to prove that you work there?
M: Aduhh, lupa lagi bawa ID office. Wait, saya catatkan address nya yah. (Search alamat office di note handphone)
P : Kamu ke sini berapa orang?
M: Dua orang sahaja, kawan ada di sana. (Nunjuk ke Retta yang sudah diluar area imigrasi)
P : Ade ticket pulang?
M: Ade, tapi ticket kat kawan di luar. (Keluar ruang tunggu, dan melambai pada Retta.)

“Puan!! Puan tak boleh keluar area!” Seorang petugas perempuan yang sedang duduk, berteriak. Baelahhh, akupun kembali ke ruang tunggu. Kembali menemui petugas yang sudah berdiri memasang muka kesal.

P : Biar saya yang ke sana! (Dia melangkah pergi, menghampiri Retta.)
M: (Ngutak-atik Blackberry, and mencoba sms Cik Puteh)

“Puan Saidah, sila ke kaunter 13”, Petugas perempuan yang sama berteriak tadi memanggil namaku, menyerahkan Passport ku. Aku lalu menuju ke line 13, seperti yang diperintahkan. Seorang petugas lain, tersenyum menyambutku. Kuserahkan passport ku padanya, lalu dia memberikan stempel kedatangan disalah satu halamannya.

“Nama siapa?” Tanyanya.
“Saidah.” Jawabku, singkat.
Si petugas muda itu, membaca passportku. “Oh, kerna one name jer.”
“Yah? satu nama jer?” Sedetik kemudian cuma bisa tepok jidat.

Oaaaalaaaahhh.. Akhirnya paham, mengapa aku ‘tertahan’ dipihak imigrasi ini. Karena nama ku yang singkat!! Saidah. Satu kata sajahh! Haddehhh..

Ini tahun kelima aku memiliki passport, tapi baru kali ini tertahan di imigrasi suatu negara, karena alasan nama yang terdiri dari ‘satu kata’. Sajah. Hiks.

Jadi, buat kalian yang berencana membuat passport, atau bepergian dalam waktu dekat. Pastikan membawa kelengkapan, bahwa ‘satu kata’ yang tertera di passport itu adalah nama anda. Akta kelahiran mungkin? Atau, surat keterangan sebagai pegawai seperti yang si petugas pertanya kan padaku.

Nah, kalau PR untukku sendiri? Apa aku harus mengubah nama, dan menambahkan nama Irham di belakang namaku? Atau mencari seseorang yang bersedia memberikan nama belakang nya untukku? #curcol *kaburrrrminumtehtarik*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s