12 Things to Remember

Setahun berlalu tanpa terasa, hari ini hari pertama meninggalkan angka 2012 sebagai tahun dalam setiap penulisan. Namun selalu ada kenangan yang tertinggal setiap tahun berlalu. Baik itu pahit maupun manis, kenangan itu akan membentuk kisah dan jiwa yang baru bagi setiap orang.

2012 adalah salah satu tahun terbaik yang aku lalui, banyak keajaiban dan kebahagian yang aku rasakan. Pun begitu pasti ada bagian dari kenangan yang juga menyedihkan. Namun aku bersyukur, bersyukur atas semua yang Allah kirimkan untukku. Syukur alhamdulillah.

Dan kali ini aku akan menuliskan 12 hal yang menjadi buah tangan 2012 untuk kusimpan dalam memoriku, 12 hal yang tak terlupakan untukku.

1. On Stage, and We Won

Meski hujan gerimis kami tetap maju ke depan, merayakan salah satu hari yang ceria di plant. Tentu saja penuh keceriaan, semua pekerjaan dihentikan dan gratis makan siang, hahaha. Dengan menggunakan topeng  Aku, Ana, Kris dan beberapa orang lagi dari tim Plant maju dengan percaya diri. Dibawah rintik hujan kami mulai menyanyikan yel-yel yang sudah disusun dan kami latih sebelumnya. Dengan gaya genit ala-ala girlband kami mulai beraksi.

“Kami cantik.. cantik.. cantik.. karena produk Ristra.” Dan topengpun kami buka, menampilkan wajah-wajah kami yang sudah di make-up oleh Teh Tifa. Tepukan gemuruh dari para penonton termasuk Bu PD membuat kami makin bersemangat menyelesaikan penampilan kami.

And the result was… We Won!!! Hohoho.. Juara 2 dari 4 beserta.. boleh lahhhh.. :p

Me
Me.. behind the mask.

2. New Job, The Greatest Bosses

Sejak akhir tahun lalu, aku memang sudah mencari pekerjaan baru. Mengirim CV ke perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain, interview dari tempat satu ke tempat yang lain udah ku jalani untuk melihat masa depan yang berbeda dari yang kujalani saat itu. “Apa yang kita tuai saat ini, adalah apa yang kita tanam di masa lalu. Dan apa yang akan kita tuai di masa yang akan datang adalah apa yang kita tanam saat ini.” Begitu bunyi kalimat motivasi dari Pak Badar.

Senin pagi, sebuah panggilan masuk ke handphone, sebuah panggilan interview untuk hari kamisnya. Aku sangat bersemangat karena interview itu untuk perusahaan yang ada di daerah Depok. Jadi tidak terlalu jauh dari rumahku. Siangnya, sebuah telepon kembali masuk, dari teman lama yang selalu ke temani kalau ia kembali ke Indonesia. Ia meminta aku menemaninya ke Nasi Uduk Kebon Kacang, menikmati makanan kegemarannya. Dan sorenya, aku ikut jemputan karyawan Jakarta untuk bertemu dengan mereka sebelum ke Kebon Kacang.

“Udah dapat kerjaan baru?” Kurang lebih seperti itu kalimatnya. “Belum. Tapi kamis ini ada interview lagi. Doain yah,” jawabku. “Gimana kalau kamu kerja dengan kami?” Kalimat itu menggema dipikiranku. Otakku seakan hanya berfokus pada kalimat itu, mengabaikan kalimat demi kalimat sesudahnya.

“Jadi kamu berminat?” Tanpa ragu aku mengiyakannya, tanpa berpikir panjang aku langsung menentukan hari pertama bekerja. 1 Maret 2012 aku resmi sebagai Personal Assistant untuk LOL Ent. Dan sejak hari itulah aku memiliki boss terbaik yang pernah aku miliki. Boss yang tidak ada tiganya di dunia ini. Mereka memberikan aku kesempatan kedua untuk bekerja didunia yang selama ini aku lebih nyaman didalamnya. Mereka seperti tangan yang Allah kirimkan untuk membantuku dalam banyak hal, meski tanpa mereka sadari.

They are the best!! 

LOL Ent

3.  Surprise Party at Otel Lobby

WHAT A DAY!! Mungkin nggak hanya menjadi moment terbaik di 2012 dalam hidupku, tapi juga sepanjang masa hahahah. Lebay deh! Kisah ini dimulai saat si chummy aka Retta, my best friend, mengatakan Kak Keke akan datang dari Amerika. Kak Keke mau ngajak ketemuan, dan seperti biasa aku ikut nemenin donk yah.

Hari yang di tunggu tiba, lantas melangkahlah kita menuju Otel Lobby, dan saat masuk ada Mba Poppy dan Amel di pojok. Dengan bersemangat aku ngasih tau Retta. “Ta… itu Mba Poppy!” Kita samperinlah Mba Poppy, basa-basi gitu. Terus Mba Poppy ngajak kita duduk bareng, aku pikir okelah sambil nunggu Kak Keke datang.

Sebelum ke Otel Lobby, sempet ada diskusi kecil tentang Mas Andi sama Retta, secara Mas Andi tempat favorite nya Otel Lobby. Sering banget dia update lagi makan di Otel Lobby, jadi seneng banget dengerin berita dari Retta, kalau Kak Keke maunya ketemu di Otel Lobby, berharap bisa ketemu Mas’e. Tapi kan Mas Andi masih di luar negeri, jadi nggak mungkin itu. Makanya saking senengnya ketemu Mba Poppy, aku sempet ngetwit, ‘Jodoh nggak lari kemana, ketemu Mba @poppyhanadhy di Otel Lobby.’ 

“HAPPY BIRTHDAY!!!!” Mas Andi tiba-tiba muncul entah dari mana. Seorang pelayan ikut membawa cake dengan lilin yang menyala. Suasana jadi riuh di hatiku tapi speechless, gimana nggak, Mas Andi yang ada di depan aku!!!! MAS ANDIIII!! OH MY!!! Nggak tau muka ini kayak gimana bentuknya. Sisanya, aku cuma senyum-senyum sendiri dengan wajah yang memerah kayaknya.

“Ta, Kak Keke jadi dateng kan?” Retta cuma tertawa. Oh my god! Ternyata aku benar-benar ditipu mentah-mentah hari itu. Rasa lapar langsung hilang seketika, dan aku ngomongnya makin ngelantur karena merasa senang sekaligus malu. Apa lagi saat Mba Poppy ngomong, “Emang yah kalau jodoh itu harus ada yang ngatur.” Ahhh maluuuuu setengah mati sama Mba Poppy.

Kejutan manis ini akan selalu menjadi kenangan terindah buat aku. Thanks chummy. Thanks Mas Andi. Thanks Mba Poppy. Thanks you so much. Love you all!!!!

FYI: Kalau lewat Otel Lobby, aku masih suka senyum-senyum sendiri loh.. hahahah

My Birthday Cake

4.  A Surprise Gift from The Both Bosses

Melangkah bersama salah satu bosku ke dari gerai satu ke gerai yang lain. Mencari Blackberry berwarna putih dan bertanya apakah mereka bisa memindahkan data dan contact BBM dari BB lamaku. Setelah bertanya kesana kemari, akhirnya menemukan tempat yang memiliki stock Blackberry yang aku inginkan dan bisa memindahkan data seperti yang aku inginkan.

Blackberry ku yang berumur dua tahun sudah mulai menyedihkan, jadi aku berencana menggantikannya dengan yang lebih baru.  Hari itu, pengajuan cicilan kepada bosku diterima. Aku akan meminjam sejumlah uang pada bosku, dan mencicilnya untuk kurun waktu tertentu. Jadi saat Blackberry yang aku inginkan ada, tugas bos ku yang membayar dengan debit cardnya hehehe.

“Sha..” begitu bosku memanggil namaku. “Jadi wang BB ni tak yah Sha pulangkan. This is our birthday gift to you. Me and Afeeq.” HOAAAAA!! Serasa cetar membahana waktu dengarnya. Belum sebulan aku kerja dengan mereka, mereka udah memberikan hadiah yang begitu besar buat ku. Aku bisa rasakan mataku berkaca-kaca karena terharu.

Terima kasih Boss, Sangat-sangat berterima kasih atas kebaikan kalian berdua. *peyukssssss*

My Birthday Present from my boss and my boss.. Thank u!!

5.  Gathering Sitizoner, The Best Gathering Ever!

Hari yang ditunggu-tunggu tiba!!! Perayaan 17 tahun Siti Nurhaliza di industri musik Sitizoner rayakan bersama di Puncak, termasuk aku tentunya. Awalnya hanya Sitizoner yang ada di Indonesia, namun peserta berkembang hingga beberapa teman dari Malaysia dan Singapura ikut ambil bagian merayakannya bersama-sama. Acara pun berkembang menjadi Gathering 3 Negara.

Pagi-pagi semua berkumpul di Blok S, panitia siap memberikan kejutan kepada peserta dengan kehadiran Kak Zie, manager Siti Nurhaliza, yang menyatakan kehadirannya H-2. Suatu kehormatan mengetahui ada utusan dari SNP dalam kebersamaan itu. Perjalanan bersama menuju puncak pun semakin meriah mendengar celoteh Kak Zie.

Acara demi acara pun langsung digelar setelah sampai ke villa yang telah disiapkan. Sangat menyenangkan melihat kebersamaan yang dibangun sebagai Sitizoner. FYI, untuk Sitizoner Indonesia ada peserta yang datang dari Banjarmasin, Surabaya, Bandung. Jadi tagline ‘No border, We Are One’ pada Sitizone.com benar-benar terlihat ‘nyata’ saat itu.

Waktu itu gelap, karena acara kami setting dalam keadaan gelap. Hari pelaksanaan Gathering Sitizoner bersamaan dengan Earth Hour, jadi kami pun menyisipkan ‘kegelapan’ dalam susunan acaranya. Curhat adalah konsep yang tepat untuk mengisi kegelapan itu. Duduk bersama, lalu mendengarkan cerita-cerita yang ingin dikisahkan sebagai seorang Sitizoner. Citra dari Banjarmasin membuka cerita dengan sangat menarik, bagaimana ia bersemangat untuk bertemu Siti Nurhaliza saat kunjungannya ke Banjarmasin.

Setelah Citra, Kak Zie ikut bersuara, ia pun ternyata ingin ikut meramaikan kebersamaan dalam kegelapan itu. Namun yang terdengar adalah.. ‘Nama saya Siti Nurhaliza…” Dan histeriapun terjadi saat mendengar suara itu. Teriakan membahana dalam kegelapan. Dapat ku rasakan ada yang melompat-lompat sambil berteriak. Aku pun ikut berteriak dengan kencang. Sesaat kesadaranku kembali, aku bagian dari panitia, aku harus segera ke depan, untuk ikut menetralkan suasana jika suara itu benar-benar milik sang diva, Siti Nurhaliza.

Lampupun dinyalakan, dan disana duduk manis seseorang yang kami cintai tanpa syarat, seseorang yang kami sayang tanpa pamrih, seseorang yang membuat kami berkumpul di tempat ini. Dialah Siti Nurhaliza.

Histeria masih belum berhenti, panitia yang juga ikut shock dengan kehadiran Siti harus segera menguasai emosi peserta. Aku sebagai MC berusaha menenangkan dengan berteriak. Teriakan yang selalu saya kenang hahaha. “Suara masih di saya yah teman-teman, suara masih di saya!” Acara lalu berlanjut ke lomba karaoke dan photo bersama sang idola, Siti Nurhaliza.

Rasanya masih tak percaya Siti Nurhaliza hadir di Gathering Sitizoner, di Indonesia. Menempuh perjalanan jauh untuk merayakan selebrasi 17 tahun karir beliau.

SHE IS AMAZING, ALWAYS!!

Me and My Diva.. Siti Nurhaliza

6. In The Middle of The Rink

Ice skating, adalah satu hal yang ingin aku taklukkan sejak tahun lalu. Secara teori aku sedikit mengerti, namun praktek aku nol besar kawan. Aku terlalu takut untuk berada di tengah, dan terjatuh. Ice skating seperti gambaran hidup dari keinginan dan ketakutanku dalam hidup.

Hari itu, aku ikut Dito yang emang udah jadi atlet Ice Skating ke MTA. Sekali lagi mencoba keberanian untuk meluncur ketengah. Seminggu yang lalu aku pun telah ke Sky Rink, malah aku ikut pelatihan dasar 30 menit. Cukup membuatku memahami lebih konsep meluncur. Namun setelah berpisah dengan coach, lagi-lagi kaki ku membeku.

Aku kembali mengayunkan kakiku, dipinggir rink dengan tangan yang enggan melepas pegangan. Namun tiba-tiba Rink Guard yang mengetahui aku sudah pernah latihan sebelumnya, menarikku ke tengah. Aku sempat kaget dan bingung harus berbuat seperti apa. Aku coba melangkah pelan dan berusaha untuk tak terjatuh.

Guard itu kembali melewatiku, “Jangan lihat ke bawah, lihat ke depan.” ucapnya. “Kalau melihat kebawah terus, yah pasti takut.” sambungnya. Aku lalu berusaha mengikuti nasehatnya, perlahan.. perlahan.. dan akhirnya aku berada di tengah tanpa ada rasa ketakutan yang berlebihan.

Simple, but it was unforgettable for me.

FYI: Udah lama nggak meluncur, sepertinya harus temenan sama ‘pegangan’ lagi nih hihihi.

Semoga tahun ini lebih lancar….

7.  And What is Left is Only Memories

Tahun 1998 adalah tahun aku mulai mengumpulkan koleksi semua hal yang berhubungan dengan Siti Nurhaliza.  Aku mengumpulkan semua kaset, vcd, majalah, tabloid dan lain-lain. Aku mulai mengoleksi photonya sejak aku hunting di tahun 2002. Aku memiliki kurang lebih puluhan majalah dan tabloid yang bercover Siti Nurhaliza, 12 buku gambar A3 tempatku menempel klipping berita tentang Siti di Indonesia, dan ratusan artikel dari Malaysia yang dikirim kan oleh seorang teman padaku.

Namun, semua itu harus aku relakan, merelakan dengan kesedihan yang harus ku tahan saat kenangan-kenangan itu datang. Siang itu, saat lemari tempat aku menyimpan koleksi itu akan dipindahkan. Aku baru menyadari kalau semua koleksi yang ada di lemari itu dimakan rayap. Entah dari mana, entah sejak kapan, rayap-rayap itu tanpa kasihan menghabiskan hampir semua koleksi yang ada di lemari. Tak ada yang benar-benar utuh untuk dipertahankan. Hanya ada beberapa yang selamat meski.

Sedih, rasanya sangar menyedihkan. Dan yang tersisa kini hanyalah memori untuk di kenang.

I dont know what to say.. 😦

Yang tersisa.. 😥

8. Big Bang Alive Tour

Saat mengetahui Big Bang akan konser di Indonesia, si bos langsung mastiin aku untuk mencari tiketnya. Dan hari yang ditunggu tiba, pagi-pagi aku ke Ticket Box Ibu Dibyo untuk mengembalikan tiket Lady Gaga sekaligus membeli tiket konser Big Bang Alive Tour 2012 yang berlangsung di bulan Oktober.

H-3 tiba-tiba si bos telepon, bertanya apakah ada tiket konser yang sama dengan ia miliki. Mengingat tiket sold out di hari pertama dilepas, aku agak kesulitan mencarinya. Aku teringat dengan satu orang yang waktu itu tempat aku juga membeli tiket yang sama untuk teman bos ku yang lain. Alhamdulillah ketemu, tapi dia ada tiket yang dijualnya untuk dua tiket, ngak bisa dipisah. Setelah mendapat konfirmasi dari bos, aku langsung deal dengan tiket box tidak resmi itu.

Ternyata, hanya satu teman bos yang ikut datang ke Jakarta H-2 nya. Lantas si boss memutuskan membelikan tiket yang satu lagi untuk aku. OH EM JI!! OM EM JIIIII!! Kaget luar biasa dengan kebaikan si bos yang datang berkali-kali. Si boss emang paling baikkkkk!! :’).. *peyukkkkkss*

13 Oktober pun tiba, saat kami tiba di MEIS antrian menuju pintu masuk sudah panjangggggggg banget. Dan saat pintu dibuka ribuan VIP berlari menaik tangga menuju venue utama yang terletak di lantai dua. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit konser pun dimulai. Histeria VIP membahana memenuhi ruangan. Lightstick berbentuk mahkota, menyala merata dari lantai bawah hingga tribun, berkegerak mengikuti irama yang menghentak, seperti tarian kunang-kunang yang indah.

GD, TOP, SeungRi, TaeYang, dan DaeSung seperti menghipnotis seluruh penonton untuk ikut bernyanyi, termasuk aku. Meski aku cuma tahu sedikit lagu mereka. Konser itu memukau ku, suka dengan lightingnya, tata panggung hingga aksi kelimanya. Packagingnya terbaikkk!! AMAZING!! THE BEST CONCERT EVER!!

Dan malam itu, aku jatuh cinta dengan kelimanya.. :’) Oops!! I think I just got a new list for the sought.. Hahahaha.

Big Bang… My New Idol.. :p

9. Dependents 15 Years on My Name

Sebuah telpon di pagi sabtu yang cerah, sebuah nomor yang aku tunggu beberapa hari terakhir. Suara diujung sana mengabarkan pengajuan kredit kepemilikan rumah atas nama ku di terima. Alhamdulillah.

Rumah itu rumah yang dibeli Aji untuk aktivitasnya di Jambi. Aji, ayahku, sejak pensiun memilih aktif dikegiatan multilevel marketing MSS. Ia lebih sering mengadakan kegiatan tatap muka bersama upline nya di Jambi. Karena hampir tiap bulan Aji ke Jambi, akhirnya Aji memutuskan membeli aset aka rumah untuk bisa dijadikan tempat tinggal, jika Aji ada kegiatan di Jambi. Dari pada menghabiskan uang untuk hotel, lebih baik dijadikan aset, begitu pikir Ajiku.

Gemetar aku menandatangani surat perjanjian jual beli itu, setelah hari itu, ada tanggungan selama 15 tahun atas namaku.

Semoga lancar. Aaminn.

Home

10. My Uncle Wedding

“Habis lebaran, gue nikah.” Begitu kalimat Om Haris, saat masuk rumah. Aku sekeluarga kaget luar biasa mendengarnya, mengingat besok adalah hari pertama puasa Ramadhan, yang artinya hanya ada jeda waktu satu bulan untuk mempersiapkan segalanya.

Om Haris, adik bungsu Mamak, belum menikah diusianya yang udah seharusnya berumah tangga. Bahkan almarhum nenek sudah beberapa kali mencoba menjodohkannya dengan saudara dekat atau anak dari kenalan lamanya, tak ada satupun yang om ku terima. Bahkan hingga nenek menghembuskan nafas terakhir tiga tahun yang lalu, om ku yang satu itu belum juga menikah.

Calon istri om ku berasal dari daerah Kuningan, butuh waktu 6-8 jam untuk tiba di tempat itu. Satu perjalanan panjang yang jarang aku lalui di Pulau Jawa. Keluarga besar Mamak datang, ada empat mobil yang ikut mengantar mempelai pria menuju ke akadnya. Seperti liburan keluarga rasanya. Canda tawa di sepanjang perjalanan membuat waktu yang lama tak terasa.

Raut bahagia bisa kulihat dari wajah kedua orang tuaku saat akad nikah berlangsung. Aji, bahkan sempat menitikkan air mata. Aku pun sempat terharu, mengingat nenek. Pernikahan Om Haris adalah hal terakhir yang paling diinginkan almahum nenek. Alhamdulillah, sekarang impian itu sudah terlaksana.

Sekarang giliran impianku.. Eh??!! Hahahhaha..

Om Haris and Tante Rina

11. Siti Nurhaliza Live at Konser Ekspresi Karya Gemilang

Sudah sangat lama sekali tidak menyaksikan Siti Nurhaliza beraksi dipanggung. Jadi waktu ada pengumuman dia akan konser di Indonesia, rasanya senang sekali. Aku mulai mencari-cari informasi dan ternyata ada tim tiket dari Sitizoner, jadi aku nggak perlu kuatir.

Hari yang dinanti tiba, aku bersama beberapa teman Sitizoner yang berasal dari berbagai daerah melaju menuju MEIS dengan bus yang sudah disediakan oleh tim Tiket. MEIS, tempat dimana konser akan berlangsung, terletak di Ancol. Konser yang mengusung budaya Indonesia-Malaysia itu akan menampilkan beberapa penyanyi besar lainnya, sebut saja Rossa, Ungu, Inka Christie, Armada, sementara ada Amy Search, Shilla Amzah dan Siti Nurhaliza mewakili Malaysia.

Siti menjadi penampil terakhir, meskipun begitu Sitizoner yang hadir tetap bersemangat memberikan support yang meriah. Membuka penampilan dengan  lagu ‘Jika Kau Tak Datang’ yang diarransemen ulang dan memadukannya dengan tarian Gangnam Style, Siti Nurhaliza mengguncang MEIS. Tepukan dan histeria teman-teman Sitizoner semakin membahana, tak henti-hentinya mengelu-elukan sang idola.

Pun begitu waktu adalah pemilik masa, Siti harus mengakhiri konser itu. Sedih rasanya, mengapa semua cepat berlalu. Baru saja bisa kembali menyaksikan penampilannya tapi harus berpisah segera. Namun sebuah ‘kode’ dari Siti Nurhaliza membuat teman-teman bersemangat, sepertinya Siti memberikan kesempatan untuk kami bertemu sebentar lagi.

Sedih mendapati salah satu teman Sitizoner ada yang drop, mungkin karena kelelahan berdiri dan menunggu Siti tampil paling akhir. After show, perhatian terpecah sebagian anak fokus ke teman yang sakit sebagian lagi pada tim tiket yang dipanggil Dimas, sang bodyguard. Sepertinya photo bareng Siti Nurhaliza bisa terealisasi hari ini.

Wuahhh.. seperti yang diperkirakan, Sitizoner boleh bertemu dan photo bareng dengan Siti Nurhaliza hanya yang mengenakan pakaian Sitizoner. Beberapa teman yang menggunakan baju Sitizoner yang berbeda sempat tidak diperbolehkan masuk, namun akhirnya mendapatkan izin setelah Bang Ido langsung menghadap dengan Kak Zie.

Alhamdulillah, perjuangan teman-teman dalam mendukung penampilan Siti hari itu berbuah manis, kenangan terindah yang tak terlupakan menurutku.

Thanks kak Zie, Kak Siti and all the team for the opportunity.. No Border, We Are One, We Are Sitizoner.

No Border, We Are One. We Are Sitizoner. (Pic credit to Kak Zie)

12. #PeranPengganti, Finally

Cukup lama buku ini aku ‘tahan’, namun masukan dari Topan membuat mataku terbuka. Aku harus menyelesaikan buku keduaku. Namun pasang surut ‘mood’ itu tetap berlanjut.

Konsep cover yang aku inginkan untuk buku keduaku adalah topeng. Topeng seperti mampu mempresentasikan cerita #PeranPengganti yang aku rangkai. Dan aku tak menemukan topeng yang tepat. Aku cukup lama berperang dengan keegoisan ku untuk tetap mencari topeng tersebut dan menahan #PeranPengganti untuk kesekian kalinya.

Lalu pada akhirnya aku berdamai dengan keinginanku, kembali melalui Nulisbuku.com aku menerbitkan buku ke-duaku. 121212 menjadi angka yang aku pilih untuk mengumumkannya di twitter dan facebook. 121212 menjadi tanggal launching #PeranPengganti. Dan alhamdulillah, beberapa pesanan udah mulai masuk.

Semoga buku ini menjadi salah satu langkah awal menuju destinasi yang aku inginkan dalam dunia penulisan. Aamiin.

Peran Pengganti
My second book.. #PeranPengganti
Advertisements

7 thoughts on “12 Things to Remember

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s