Mati Lampu

Sekitar 5 kali lampu di kantor hidup dan mati, cukup mengakibatkan keriuhan di floor produksi. “Hari ini kantor saya berasa warnet,” begitu yang bisa aku kutip dari Bayu, salah satu rekan sekerjaku. Ide menulis kali ini pun dari dia, anak magang dari ISI, yang dua minggu lagi last day. Memasuki hari kelima project #NulisRandom2015, aku sudah seperti kehabisan ide. Well, mari kita menulis tentang ‘Mati Lampu’ malam ini.

Waktu aku masih di Tembilahan, mati lampu  adalah hal yang biasa. Karena listrik di salah satu kabupaten di provinsi Riau itu, masih mengenalkan sistem listrik mati giliran. Sampai saat ini aku tidak tau jelas alasannya apa. Kalau kalian mendengar istilah 4-1 atau 2-1, itu bukan hanya berarti skor pertandingan bola, tapi juga bisa berarti 4 hari hidup – 1 hari mati / 2 hari hidup – 1 hari mati.

Setelah 15 tahun lebih meninggalkan Tembilahan, listrik di kota ku itu masih menggunkan sistem yang sama. Entah kenapa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s